Kunci Sukses Wuling di Indonesia (Analisis Otomotif Kelas Secangkir Kopi)

jbkderry.id – Brand otomotif asal Tiongkok nampaknya harus berterima kasih pada Wuling. Ya, pasalnya baru melalui brand satu ini, rasa kepercayaan publik di Indonesia mulai tumbuh.

Cara Wuling melakukan strategi inovasi produk, price positioning, layanan purna jual yang luas, serta biaya perawatan dan perbaikan kendaraan yang relatif terjangkau, menjadi gambaran singkat mengapa brand otomotif asal Tiongkok ini semakin kuat posisinya di Indonesia.

Sempat booming melalui Confero, kendaraan low MPV yang ditempeli harga di segmen LCGC ternyata cukup jitu di pasar otomotif dengan segmen terbesar di negeri ini. Ya, kapan lagi logikanya bisa beli mobil yang segmennya ada di kelas Toyota Avanza, namun harganya ada di rentang Toyota Calya yang ada di segmen LCGC.

Harga Jual Produk yang Lebih Rendah

Ya, trend itu masih berlangsung saat artikel ini dibuat. Berdasarkan data Gaikindo di bulan Oktober 2022, angka penjualan (wholesales) Wuling Confero masih mampu menembus angka 940 unit. Memang secara akumulasi masih berada di bawah Avanza (4.958 unit), Xenia (2.859 unit), Veloz (2.684 unit), Xpander (2.256 unit), dan Stargazer (1.484 unit).

Namun tengok juga yang mampu dikalahkannya, angka penjualan Wuling Confero mampu mengalahkan angka penjualan Suzuki Ertiga (765 unit), Nissan Livina (73 unit), dan Honda Mobilio (60 unit).

Di pertarungan pasar otomotif terbesar, konsistensi pencapaian Wuling melalui Confero tentu pantas mendapat aplaus. Bayangkan, sekelas Wuling Confero bisa melewati angka penjualan bulanan sekelas Suzuki Ertiga.

Padahal price positioning Wuling Confero pun terhitung lumayan tinggi saat ini. Dari informasi harga resmi di situs Wuling Indonesia (per tanggal 27 November 2022), harga varian/tipe tertinggi Wuling Confero S menembus angka Rp 225,3 juta per unit (OTR Jakarta). Angka harga itu berada di rentang varian/tipe terendah Suzuki Ertiga GA MT Rp 225,1 juta.

Ya, meskipun jika dibandingkan dengan varian/tipe tertinggi Suzuki Ertiga tipe GL AT lumayan agak beda jauh harganya Rp 259,5 juta (lebih murah Rp 34,2 juta)

Kepuasan Konsumen = Kepercayaan Publik Terhadap Produk & Layanan Purna Jual

Tren penjualan produk Wuling yang baik sebenarnya tidak hanya berada di segmen Low MPV. Dengan percaya diri, Wuling cukup berani mengirim Almaz di segmen Medium SUV dan langsung berhadap-hadapan dengan jagoan Honda, CR-V.

Namun, lagi-lagi Wuling berani menaruh posisi harga di segmen Compact SUV, strategi yang secara garis besar sama dengan Confero. Sederhananya, dengan budget di kelas Compact SUV yang diisi Honda HR-V, konsumen sudah bisa membeli sebuah Medium SUV yang diisi oleh Honda CR-V.

Strategi ini pun kembali terbukti jitu. Berdasarkan data Gaikindo di bulan September 2022, angka penjualan Wuling Almaz ada di posisi kedua sebanyak 267 unit. Hanya kalah dari Honda CR-V (529 unit), namun mengalahkan angka penjualan Mazda CX-5 (261 unit).

Di bulan Oktober 2022 (data Gaikindo), angka penjualan Wuling Almaz hanya terpaut tipis di bawah Mazda CX-5, yaitu 273 unit vs 277 unit. Namun, sekali ini dapat menjadi nilai ukur jika kepuasan konsumen terhadap produk Wuling secara konsisten menguat di Indonesia.

Piawai Membuka Celah

Ya, apalagi kalau bukan mobil listrik Wuling Air EV yang ditempeli harga jual “hanya” Rp 238 juta – Rp 311 juta (OTR Jakarta).

Kehadiran Air EV di segmen mobil listrik yang sepenuhnya mengandalkan sumber tenaga elektrifikasi (BEV – Battery Electric Vehicle) dengan harga segitu ternyata berhasil menjadi magnet baru dari Wuling di pasar otomotif Indonesia. Kapan lagi di saat bisa beli mobil listrik (BEV) denga harga di bawah Rp 500 juta. Nissan dan Hyundai sudah memasarkan BEV mereka di atas angka Rp 500 jutaan, meski berada di segmen yang lebih tinggi, yaitu SUV listrik, sementara Air EV ada di segmen compact City Car listrik.

Tapi tetap saja, value “mobil listrik termurah di Indonesia” adalah pesan terkuat dari kehadiran Wuling Air EV, mengalahkan pesan posisi dimensi dan segmen produknya.

Terbukti, di bulan Oktober 2022, Wuling Air EV masuk ke dalam daftar 20 mobil terlaris di Indonesia, berada di posisi ke-18 dengan angka penjualan 1.629 unit. Lebih tinggi ketimbang penjualan Daihatsu Terios di posisi ke-20 dengan angka penjualan 1.390 unit.

Layanan Purna Jual yang Meluas

Dengan 136 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia (data resmi situs Wuling Indonesia, 27 November 2022), ditunjang strategi-strategi layanan purna jualnya yang dapat dilihat di situs mereka di sini, Wuling nampak semakin serius menggarap pasar Indonesia dengan lebih saksama.

Menarik, menanti apa strategi-strategi inovasi Wuling di Indonesia, khususnya untuk menyeruak dan mengganggu hegemoni brand otomotif asal Jepang di Indonesia.

Ada kata-kata di jagat maya yang pantas disematkan ke Wuling, setidaknya sebagai harapan baru di pasar otomotif Indonesia, “Game Changer!”

Setuju gak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: