Pengalaman Ganti Ban Belakang Yamaha Aerox 155

jbkderry.id – Kamis 21 Juli 2022, setelah masa 4 (empat) tahun penggunaan, akhirnya ban belakang Bumble Bee 155 (nama si Aerox) diganti.

Pilihannya waktu ke bengkel untuk ban belakang ukuran 140/70-14 ada dari FDR harganya Rp 420 ribu, lalu ada dari IRC (sama dengan ban standar bawaan pabrikan) harganya Rp 440 ribu, dan dari Maxxis yang harganya Rp 540 ribu.

Harga tersebut sudah termasuk biaya pemasangan dan nitrogen untuk pengisian angin ban belakang.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya pilihan dijatuhkan pada ban Maxxis yang harganya paling mahal di antara ketiganya. Alasannya, kalau dari FDR kurang suka model kembangannya, sementara kalau ban IRC pengalaman pemakaian agak licin pas di tikungan dan zig-zag perpindahan lajur (tidak signifikan sebenarnya, hanya sedikit mengganggu).

Oh iya, sekadar saran saat memilih bengkel penggantian ban motor sebaiknya yang dilengkapi dengan mesin penggantian ban, supaya lebih aman dari cidera velg saat pemasangan, plus waktu pengerjaan relatif lebih singkat.

Setelah sekitar kurang dari setengah jam, sudah termasuk tambahan penggunaan cairan tubeless yang dikenai biaya Rp 30 ribu dan bau arm tengah yang diganti seharga Rp 7 ribu. Entah, salah dari pabrikan atau waktu pengerjaan di bengkel resmi, namun baut arm tengah ternyata miring waktu proses pelepasan oleh mekanik.

“Untung tidak patah dalam ini, pemasangannya gak bener,” kata mekanik yang ganti ban belakang si Bumble Bee.

Tuntas pengerjaan langsung bergegas menuju kota Bogor, sekalian tes jalan dan performa ban.

Hasilnya ada 3 (tiga) kesimpulan awal, yaitu:

  1. Karakter ban Maxxis lebih empuk, jadi lebih nyaman buat pengemudi dan penumpang.
  2. Grip ban ke permukaan jalan agak lebih baik, sehingga lebih percaya diri waktu melibas tikungan dan melakukan zig-zig.
  3. Konsumsi BBM terasa lebih irit. Pasalnya, pas pengisian BBM penuh di pertengahan jalan menuju kota Bogor hingga tiba di rumah di kawasan Cibinong, indikator bensin di panel instrumen tetap penuh.

Untuk kesimpulan ketiga mungkin ada yang masih bertanya, “Apa hubungannya antara ban baru dan bensin yang lebih hemat?”

Penjelasan sederhananya kelas secangkir kopi, yaitu semakin sehat motormu semakin minim/rendah energi mesin yang dibutuhkan untuk menggerakkan motor secara keseluruhan.

Nah, jika ada tambahan beban dan juga kinerja dari komponen motor yang kurang oke, itu akan berimbas pada kebutuhan suplai tenaga mesin yang lebih besar untuk menggerakkan motor secara keseluruhan. Tentunya, hal ini akan berimbas pada konsumsi BBM yang lebih besar, seiring kebutuhan mesin yang lebih besar untuk menyuplai tenaga.

Semoga penjelasannya mudah dimengerti, dan dapat dirasakan manfaat informasinya. Terima kasih telah mampir ke media otomotif kelas secangkir kopi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: