Euforia Sesaat Pasar Otomotif Indonesia di Semester Pertama 2022 (Analisa Kelas Secangkir Kopi)

Sumber image: Honda Indonesia

jbkderry.id – Pasar mobil baru sejak semester pertama 2021 lalu bisa disebut mulai menggeliat lagi, setelah sempat remuk redam karena penyebaran Covid-19 di awal 2020.

Hal ini ditandai dengan peluncuran model-model kendaraan baru, khususnya dari pabrikan-pabrikan raksana Jepang seperti Toyota dan Honda.

Toyota Raize 1.0L Turbo yang bermain di segmen sub-compact SUV meluncur pada 28 April 2021, dan langsung mendulang angka penjualan 1.431 unit pada data penjualan wholesales Mei 2021.

Sebulan kemudian, tepatnya 17 Juni 2021, Toyota Indonesia memperlebar segmentasi market Raize dengan meluncurkan varian mesin 1.2L NA. Alhasil pada data penjualan wholesales Juni 2021, angka penjualan Raize menembus angka 2.339 unit.

Di bulan-bulan selanjutnya di tahun 2021, angka penjualan bulanan Raize senantiasa di atas 2.000 unit per bulan berdasarkan data wholesales Gaikindo; Juli (2.910 unit), Agustus (2.883 unit), di September 2021 melonjak di angka 4.184 unit, Oktober 2021 kembali di angka 2.000an (2.690 unit), November 2021 melonjak di angka 3.901 unit, Desember 2021 (2.444 unit).

Tahun 2022, popularitas penjualan Toyota Raize tidak atau setidaknya belum secermelang tahun sebelumnya. Januari 2022 (1.680 unit), Februari 2022 (1.431 unit), Maret 2022 kembali ke jalur 2.000an unit (2.907 unit), dan April 2021 kembali di angka 1.000an unit (1.851 unit).

sumber: Tabloid Otomotif

Ini sepertinya pertanda yang kurang baik dan seperti terlihat pada screenshot di atas dari informasi di Instagram @otomotifweekly pada 21 Mei 2022, sudah ada informasi diskon Toyota Raize hingga belasan juta rupiah baik untuk versi mesin 1.0 Turbo maupun 1.2L NA.

Ya, bukan rahasia lagi jika diskon adalah salah satu pertanda stimulan atau nilai perangsang agar angka penjualan dapat naik lagi. Dalam analisa otomotif kelas secangkir otomotif, tren atau euforia Toyota Raize dapat bertahan 6 – 7 bulan, sebelum mengalami grafik turun. Menarik menunggu data penjualan bulanan berikut-berikutnya, setelah adanya rangsangan diskon ke market.

Angka penjualan menurun pada model baru juga terjadi pada pabrikan otomotif raksasa lainnya asal Jepang, yaitu Honda. Pada 8 Januari 2022, model terbaru Honda BR-V mulai diantarkan ke tangan konsumen. Di tanggal itu pula, Honda mengabarkan sudah ada 3.200 unit pesanan dari seluruh Indonesia.

Angka tersebut sangat mirip dengan data wholesales Honda BR-V pada Januari 2022 yang ada di angka 3.257 unit. Di bulan Februari 2022, angka penjualan wholesales naik menjadi 3.514 unit. Di Maret 2022, naik lagi angka penjualan wholesales menjadi 4.865 unit. Namun di April 2022, menyusut cukup jauh di angka 1.916 unit.

Ada beberapa sudut pandang otomotif kelas secangkir kopi mengenai data penjualan wholesales Honda BR-V pada April 2022. Pertama, bisa jadi inden yang panjang karena keterbatasan pasokan chip semikonduktor yang menjadi penyebab utamanya. Di pertengahan Februari 2022 lalu, Honda Indonesia sempat mengabarkan ke awak media massa jika 70% pembeli BR-V ini merupakan varian tertinggi yang telah dilengkapi dengan Honda Sensing dan menyebabkan daftar inden memanjang hingga 3 bulan.

Kedua, bisa jadi karena alasan itu pula (lama menunggu), calon atau potensial konsumen membatalkan surat pemesanan kendaraan.

Atau bisa jadi perspektif ketiga, animo pasarnya memang cuma menghasilkan euforia selama dua bulan pertama. Menarik, menunggu data penjualan Honda BR-V pada bulan-bulan berikutnya di tahun 2022 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: